Tampilkan postingan dengan label tradisional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tradisional. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Februari 2015

Nasi (Singkong) Goreng Kuning - NCCWeeks Pangan Lokal

Selamat 1 Dasawarsa NCC

Resep ini dibuat khusus untuk event online NCC Weeks Pangan Lokal dalam rangka 1 dasawarsa NCC.

Ceritanya, dalam satu kegiatan komunitas pendidikan rumah mandiri (Koper Mandiri Jogja) saya mendapatkan beras singkong siap pakai. yup bentuknya seperti beras, tapi berbahan dasar singkong.
ini dia wujudnya beras singkong
sayangnya saya tidak mendapat informasi jelas, bagaimana proses pengolahan singkong menjadi beras singkong. Dari hasil nanya simbah gugel, malah nemu bermacam istilah seperti aruk, oyek, dan kufu. Ada juga beras singkong semi instan. Mungkin kali lain, saya harus ketemu produsennya langsung untuk tanya-tanya ya. Yang pasti sediaan singkong macam ini lebih bisa disimpan lama daripada singkong segar. Juga bisa jadi menaikkan nilai jual dibanding bentuk segarnya.

Singkat cerita, beras singkong ini sangat ideal sebagai pangan alternatif selain nasi. Komposisi nilai gizinya hampir setara beras, dengan protein dan lemak yang lebih rendah. Selain itu beras singkong memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga aman dikonsumsi penderita diabetes. Pun, bebas gluten cocok untuk mereka yang alergi gluten atau celiac disseas.

Hanya saja, karena aromanya cukup kuat (agak apek kecut gimanaaaa gitu :P ) sebaiknya diolah sebagai makanan berbumbu, seperti nasi goreng, nasi liwet dll. Atau saat mengukusnya, jangan lupa masukkan daun pandan, lumayan mengurangi aroma khasnya.

Kali ini saya coba mengolahnya menggunakan resep nasi goreng kuning yang bisa dibilang signature dish-nya Mamah tercinta. Masakan yang simpel, sederhana tapi selalu sukses bikin kangen pengen pulang ke rumah masa kecil:)

Nasi (Singkong) Goreng Kuning

Nasi Singkong:
Bahan:
250 gram beras singkong
2 lembar daun pandan
2000 ml air untuk mengukus

Cara membuat:
1. cuci beras singkong sampai bersih, tiriskan
2. isi bagian bawah kukusan dengan air dan daun pandan. kukus beras singkong bersih selama 15 menit. sisihkan

Nasi goreng kuning
Bahan:
Nasi singkong matang
Telur

Bumbu halus:
4 butir bawang merah
2 siung bawang putih
2 butir kemiri
2 cm kunyit, bakar
1/2 sdt garam
1/2 sdt ebi
1 sdm minyak goreng untuk menumis

Pelengkap
bawang goreng
kucai
acar timun

Cara membuat:
1. panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai wangi
2. masukkan nasi singkong, Aduk sampai bumbu merata dan nasi agak kering
3. sajikan dengan telur dadar, taburan bawang goreng dan irisan kucai serta acar timun

catatan: telur bisa dicampur bersama nasi seperti orak arik, atau didadar iris tipis.

ini singkong lhooo...bukan nasi 

Jumat, 20 November 2009

Mie koclok Cirebon


Kalau pas mudik, ini salah satu yang masuk daftar wajib, selain empal gentong, sega jamblang, tahu gejrot, docang dll. kebetulan dapet resep dari temen, cobain deh...
Alhamdulillah rasanya persis dengan langgananku. lumayan mengobati kerinduan...hehehe...

bahan A:
* 250 gram ayam
* 500 mL air
* 6 siung bawang putih, cincang
* lada halus, garam

bahan B:
* 1 butir kelapa, parut
* 2 gelas air

bahan C:
* 4 sdm tepung terigu
* 4 sdm maizena

bahan D:
* mie keriting, rebus, tiriskan (yang jualan biasanya pakae mie basah, cuma khawatir aja sama formalin n boraksnya..:P)
* kol, iris halus, rebus, tiriskan
* tauge, rebus, tiriskan
* daun bawang, iris halus
* bawang goreng
* 3 butir telur, rebus, potong-potong
* lada halus

Cara membuat:
1. rebus bahan A sampai ayam matang dan empuk, tiriskan ayam, goreng sampai kekuningan, suwir-suwir daging ayam. sisihkan kaldunya
2. buat santan kental dari bahan B, campurkan dengan kaldu dari bahan A, masak sambil diaduk, matikan api.
3. campur bahan C, tambahkan beberapa sendok campuran santan-kaldu, aduk sampai larut, masukkan ke dalam campuran santan. masak lagi sampai mendidih sambil terus diaduk. matikan api, biarkan mengental
4. tata Mie, kol, toge, suwiran daging ayam. siram dengan kuah santan, taburi lada halus, irisan daun bawang, bawang goreng, dan sajikan dilengkapi dengan potongan telur rebus...

hmmm...dimakan hangat saat musim ujan gini...mantep....:)

NOTE: penambahan tepung dlakukan sedikit demi sedikit, satu SDM terigu + 1 SDM maizena, ditambah beberapa sendok rebusan santan ( secukupnya), diaduk rata, kemudian dimasukkan ke rebusan santan di panci, demikian seterusnya sampai didapat kekentalan yang diinginkan.

Selasa, 17 November 2009

Jumat, 06 November 2009

baso kojek/cilok/aci dicolok


ini favoritnya bunda kalo lagi melow mengenang masa SD...hehehe sebenernya sih lagi pengen ngunyah yang kenyal-kenyal aja gitu....

resepnya gak pake takaran, tapi pake ilmu raba (raba-raba aja dah pas belum kalisnya)

bahan:
tepung kanji 1 bagian
tepung terigu 1 bagian (maksudnya kalo kanjinya 100 g, trigu jug 100 g, klo kanji 1 kilo, begitu juga dgn terigu, 1 kilo)
garam secukupnya
kaldu bubuk secukupnya (boleh juga tidak digunakan)
daun kucai (bisa juga daun sledri) dicincang
air secukupnya
kalau mau lebih 'berbumbu, bisa ditambahkan ulekan bawng putih dan ketumbar
air di panci ukuran sedang, didihkan

cara membuat:
* campur kedua macam tepung, garam, kaldu bubuk, daun kucai, (bumbu halus), aduk rata,
*tambahkan air (suhu ruang saja, kalau pake air panas, nanti jadinya adonan cireng), sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai kalis
* didihkan air di panci
* bentuk bulat adonan, masukkan ke dalam air mendidih, rebus sampai mengambang
* angkat, tiriskan

Saus :
bisa pakai saus kacang kental atau encer (saya suka yang kental...kacangnya masih berasa kres..kres..tapi klo yg di jual di SD dulu pake kuah encer)
bahan:
kacang goreng
cabai merah (sesuai selera)
air
gula merah
garam
sedikit cuka
sedikit minyak untuk menumis

cara membuat:
kental :
* haluskan kacang (jangan terlalu halus), cabai, garam, gula merah,
* tumis sambal kacang, tambah kan air dan sedikit cuka, masak sampai air berkurang dan sambal kental

halus:
* haluskan kacang sampai halus, sisihkan.
* rebus cabai, haluskan
* tumis cabai rebus halus, tambahkan kacang halus, tambahkan air (encer)
* tambahkan garam gula (gula pasir), sedikit cuka
hasil akhirnya encer dan halus.